Telp : 081220888472|[email protected]

Monthly Archives: June 2016

Daging Ayam Beku vs Ayam Segar, Pilih yang Mana?

Mayoritas konsumen ayam di Indonesia lebih memilih daging ayam segar yang baru beberapa saat dipotong. Mereka lebih pecaya karena secara psikologis mereka lebih mantap membeli ayam yang secara langsung mereka lihat sendiri proses penyembelihannya. Padahal, seluruh Rumah Ayam Potong (RMA) sudah bersertifikat halal MUI.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui ;

1. Kelemahan daging ayam segar adalah hasil pemotongan misal jam 6 pagi, 4 jam kemudian sudah kelihatan menghijau dan mulai membusuk. Salah satu cara mengawetkannya yang manusiawi adalah dengan didinginkan/dibekukan.

Dr.drh.Denny Widaya Lukman, M.Si, ahli dan dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fak. Kedokteran Hewan IPB mengatakan hewan yang sudah dipotong, baik sapi, kambing, domba, juga unggas (karkas) harus dipertahankan dengan rantai dingin, di bawah 4 derajat Celcius.

2. Masa simpan daging ayam di suhu kamar (tempat terbuka) tanpa ada penambahan bahan-bahan aneh paling lama 5-6 jam sudah bau. Lebih dari itu, biasanya ayam sudah tidak bagus karena bakteri berkembang setiap 15 menit.

Kalau pada daging ayam itu hanya mengandung satu bakteri, maka dalam waktu lebih dari 5 jam bisa mencapai lebih dari satu juta bakteri. Padahal jumlah bakteri pada unggas yang baru dipotong tidak mungkin hanya satu sel. Bisa dibayangkan berapa juta jumlah bakterinya jika tanpa ada “perlakuan”.

Memang, daging ayam beku tidak bebas dari bakteri. Bakterinya ada, tapi tidak berkembang. Dan selama penanganannya baik, mengikuti kaidah sanitasi, maka kuman itu tidak bertambah. Penanganannya itu berupa karkas terkemas dengan baik, pada suhu konstan dan tidak terpapar suhu di atas 10 derajat Celcius. Di atas 10 derajat Celcius, kuman mulai tumbuh. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana daging ayam segar yang dijajakan berjam-jam terbuka di pasar-pasar.

Para ahli kesehatan menyarankan menyimpan makanan produk unggas di bawah 4 derajat Celcius sampai dengan di bawah 6 derajat Celcius

3. Di pasar, bisa dikatakan, 80% daging ayam […]

By |June 29th, 2016|ayam, Karkas|0 Comments

Pedoman Daging Ayam Asuh

Daging ayam merupakan daging yang relatif lebih murah dibandingkan dengan daging yang lain seperti daging sapi, kerbau dan kambing/domba, sehingga lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat konsumen dari berbagai tingkat ekonomi. Daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) adalah daging yang diharapkan oleh semua konsumen, karena terjamin jika dikonsumsi oleh manusia. Pengertian ASUH yaitu:

AMAN            :  Tidak mengandung bibit penyakit dan residu bahan kimia ataupun obat-obatan yang dapat mengganggu kesehatan .
SEHAT           :  Memiliki zat-zat yang bergizi dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan.
UTUH            :  Tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan lain.
HALAL           :  Dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat Agama Islam.

Pelaku bisnis yang terlibat dalam proses pemotongan ayam hingga perdagangan daging ayam sangat banyak dan beragam dalam tingkat pendidikannya, sehingga sering terjadi banyak penyimpangan dalam penanganan dan perdagangan daging ayam di pasar atau di Tempat Pemotongan Ayam (TPA). Penyimpangan-penyimpangan tersebut antara lain:

Penjualan bangkai ayam sebagai ayam potong, sering disebut ayam TIREN (mati kemaren)
Pemakaian formalin sebagai bahan pengawet karkas
Penyuntikan karkas ayam dengan air atau udara agar terlihat gemuk
Pemberian warna kuning pada karkas atau daging ayam

Untuk mengetahui karkas atau daging ayam yang akan dibeli sehat dan tidak mengalami penyimpangan adalah dengan cara mengenali ciri-ciri karkas/daging ayam yang sehat sebagai berikut:

Kulit berwarna putih bersih, mengkilat dan tidak dijumpai adanya memar
Bau spesifik/khas daging ayam
Pembuluh darah di seluruh tubuh tidak terlihat
Serabut otot agak pucat, bekas pemotongan regangannya besar dan tidak merata
Konformasi sempurna, tidak ada cacat
Dijual pada tempat yang memiliki pendingin dan penutup
Bersih dari kotoran
Tidak dijumpai bulu jarum pada karkas/daging ayam

Daging ayam bangkai atau disebut TIREN, ayam mati yang dipotong selain tidak halal juga berbahaya bagi konsumen karena dapat mengandung penyakit yang dapat menular kepada […]

By |June 29th, 2016|ayam, Karkas|0 Comments
  • Permalink Gallery

    Kenali Ciri Ayam Sehat, Ayam Tiren, Ayam Suntik, dan Ayam Berformalin

Kenali Ciri Ayam Sehat, Ayam Tiren, Ayam Suntik, dan Ayam Berformalin

Bagaimana kita dapat membedakan manakah daging ayam yang sehat dan manakah daging ayam tiren, yaitu ayam yang sudah busuk tapi masih dijual? Kita sebagai konsumen tentu perlu berhati-hati karena ayam yang tidak sehat diketahui dapat membuat mual, muntah, diare dan typus. Berikut ini adalah tips untuk mengetahui kondisi daging tersebut :

Ayam Sehat

Daging berwarna putih kemerahan

Saat disayat, daging masih mengeluarkan darah

Permukaan kulit ayam mulus tanpa cacat

Serat daging halus

Konsistensi kurang padat

Di antara serat daging tidak terdapat lemak

Warna lemak kekuning-kuningan dengan konsistensi lunak

Bau agak amis, bahkan ada yang tidak berbau

Pada saat Lebaran dan hari raya, permintaan pasar akan bahan makanan memang semakin meningkat. Saat seperti ini, Ibu harus ekstra hati-hati dalam membeli ayam segar, terutama karena Ibu harus cermat memilih ayam segar di antara ayam tiren atau ayam berformalin yang dijual oleh pedagang yang nakal. Berikut ini adalah ciri-ciri ayam tiren, ayam suntik, dan ayam berformalin.

Ayam Tiren

Ayam tiren alias “Ayam Mati Kemaren” adalah ayam yang telah mati bahkan sebelum dijual dan dipotong, sehingga memiliki risiko penyakit yang berbahaya. Ciri-cirinya adalah:

Aroma daging ayam agak amis
Daging ayam berwarna kebiruan, tidak segar, dan pucat
Potongan ayam pada bagian leher terlihat tidak lebar
Pada bagian kepala atau leher ayam terdapat bercak-bercak darah
Daging berwarna merah kehitaman
Daging tidak mengeluarkan darah
Kulit ayam tampak memar dan kebiruan
Dagingnya beraroma agak amis tapi biasanya pedagang menyiasati bau busuk ini dengan merendamnya dalam air kunyit.
Pada leher potongan ayam terlihat tidak lebar.
Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, itu tandanya memakai formalin

Ayam Suntik

Ayam suntik adalah ayam yang disuntik tambahan air pada bagian dada, paha, dan punggungnya, sehingga ayam yang kecil pun akan terlihat besar badannya. Ciri-cirinya:

Bila digantung atau diangkat, daging ayam meneteskan banyak air. Sedangkan bila diletakkan, ayam akan terlihat basah […]

By |June 26th, 2016|ayam, Karkas|0 Comments