Bagaimana kita dapat membedakan manakah daging ayam yang sehat dan manakah daging ayam tiren, yaitu ayam yang sudah busuk tapi masih dijual? Kita sebagai konsumen tentu perlu berhati-hati karena ayam yang tidak sehat diketahui dapat membuat mual, muntah, diare dan typus. Berikut ini adalah tips untuk mengetahui kondisi daging tersebut :

Ayam Sehat

Daging berwarna putih kemerahan

Saat disayat, daging masih mengeluarkan darah

Permukaan kulit ayam mulus tanpa cacat

Serat daging halus

Konsistensi kurang padat

Di antara serat daging tidak terdapat lemak

Warna lemak kekuning-kuningan dengan konsistensi lunak

Bau agak amis, bahkan ada yang tidak berbau

Pada saat Lebaran dan hari raya, permintaan pasar akan bahan makanan memang semakin meningkat. Saat seperti ini, Ibu harus ekstra hati-hati dalam membeli ayam segar, terutama karena Ibu harus cermat memilih ayam segar di antara ayam tiren atau ayam berformalin yang dijual oleh pedagang yang nakal. Berikut ini adalah ciri-ciri ayam tiren, ayam suntik, dan ayam berformalin.

Ayam Tiren

Ayam tiren alias “Ayam Mati Kemaren” adalah ayam yang telah mati bahkan sebelum dijual dan dipotong, sehingga memiliki risiko penyakit yang berbahaya. Ciri-cirinya adalah:

Aroma daging ayam agak amis
Daging ayam berwarna kebiruan, tidak segar, dan pucat
Potongan ayam pada bagian leher terlihat tidak lebar
Pada bagian kepala atau leher ayam terdapat bercak-bercak darah
Daging berwarna merah kehitaman
Daging tidak mengeluarkan darah
Kulit ayam tampak memar dan kebiruan
Dagingnya beraroma agak amis tapi biasanya pedagang menyiasati bau busuk ini dengan merendamnya dalam air kunyit.
Pada leher potongan ayam terlihat tidak lebar.
Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, itu tandanya memakai formalin

Ayam Suntik

Ayam suntik adalah ayam yang disuntik tambahan air pada bagian dada, paha, dan punggungnya, sehingga ayam yang kecil pun akan terlihat besar badannya. Ciri-cirinya:

Bila digantung atau diangkat, daging ayam meneteskan banyak air. Sedangkan bila diletakkan, ayam akan terlihat basah […]