Telp : 081220888472|[email protected]

ayam

Daging Ayam Beku vs Ayam Segar, Pilih yang Mana?

Mayoritas konsumen ayam di Indonesia lebih memilih daging ayam segar yang baru beberapa saat dipotong. Mereka lebih pecaya karena secara psikologis mereka lebih mantap membeli ayam yang secara langsung mereka lihat sendiri proses penyembelihannya. Padahal, seluruh Rumah Ayam Potong (RMA) sudah bersertifikat halal MUI.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui ;

1. Kelemahan daging ayam segar adalah hasil pemotongan misal jam 6 pagi, 4 jam kemudian sudah kelihatan menghijau dan mulai membusuk. Salah satu cara mengawetkannya yang manusiawi adalah dengan didinginkan/dibekukan.

Dr.drh.Denny Widaya Lukman, M.Si, ahli dan dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fak. Kedokteran Hewan IPB mengatakan hewan yang sudah dipotong, baik sapi, kambing, domba, juga unggas (karkas) harus dipertahankan dengan rantai dingin, di bawah 4 derajat Celcius.

2. Masa simpan daging ayam di suhu kamar (tempat terbuka) tanpa ada penambahan bahan-bahan aneh paling lama 5-6 jam sudah bau. Lebih dari itu, biasanya ayam sudah tidak bagus karena bakteri berkembang setiap 15 menit.

Kalau pada daging ayam itu hanya mengandung satu bakteri, maka dalam waktu lebih dari 5 jam bisa mencapai lebih dari satu juta bakteri. Padahal jumlah bakteri pada unggas yang baru dipotong tidak mungkin hanya satu sel. Bisa dibayangkan berapa juta jumlah bakterinya jika tanpa ada “perlakuan”.

Memang, daging ayam beku tidak bebas dari bakteri. Bakterinya ada, tapi tidak berkembang. Dan selama penanganannya baik, mengikuti kaidah sanitasi, maka kuman itu tidak bertambah. Penanganannya itu berupa karkas terkemas dengan baik, pada suhu konstan dan tidak terpapar suhu di atas 10 derajat Celcius. Di atas 10 derajat Celcius, kuman mulai tumbuh. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana daging ayam segar yang dijajakan berjam-jam terbuka di pasar-pasar.

Para ahli kesehatan menyarankan menyimpan makanan produk unggas di bawah 4 derajat Celcius sampai dengan di bawah 6 derajat Celcius

3. Di pasar, bisa dikatakan, 80% daging ayam […]

By |June 29th, 2016|ayam, Karkas|0 Comments

Pedoman Daging Ayam Asuh

Daging ayam merupakan daging yang relatif lebih murah dibandingkan dengan daging yang lain seperti daging sapi, kerbau dan kambing/domba, sehingga lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat konsumen dari berbagai tingkat ekonomi. Daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) adalah daging yang diharapkan oleh semua konsumen, karena terjamin jika dikonsumsi oleh manusia. Pengertian ASUH yaitu:

AMAN            :  Tidak mengandung bibit penyakit dan residu bahan kimia ataupun obat-obatan yang dapat mengganggu kesehatan .
SEHAT           :  Memiliki zat-zat yang bergizi dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan.
UTUH            :  Tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan lain.
HALAL           :  Dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat Agama Islam.

Pelaku bisnis yang terlibat dalam proses pemotongan ayam hingga perdagangan daging ayam sangat banyak dan beragam dalam tingkat pendidikannya, sehingga sering terjadi banyak penyimpangan dalam penanganan dan perdagangan daging ayam di pasar atau di Tempat Pemotongan Ayam (TPA). Penyimpangan-penyimpangan tersebut antara lain:

Penjualan bangkai ayam sebagai ayam potong, sering disebut ayam TIREN (mati kemaren)
Pemakaian formalin sebagai bahan pengawet karkas
Penyuntikan karkas ayam dengan air atau udara agar terlihat gemuk
Pemberian warna kuning pada karkas atau daging ayam

Untuk mengetahui karkas atau daging ayam yang akan dibeli sehat dan tidak mengalami penyimpangan adalah dengan cara mengenali ciri-ciri karkas/daging ayam yang sehat sebagai berikut:

Kulit berwarna putih bersih, mengkilat dan tidak dijumpai adanya memar
Bau spesifik/khas daging ayam
Pembuluh darah di seluruh tubuh tidak terlihat
Serabut otot agak pucat, bekas pemotongan regangannya besar dan tidak merata
Konformasi sempurna, tidak ada cacat
Dijual pada tempat yang memiliki pendingin dan penutup
Bersih dari kotoran
Tidak dijumpai bulu jarum pada karkas/daging ayam

Daging ayam bangkai atau disebut TIREN, ayam mati yang dipotong selain tidak halal juga berbahaya bagi konsumen karena dapat mengandung penyakit yang dapat menular kepada […]

By |June 29th, 2016|ayam, Karkas|0 Comments
  • Permalink Gallery

    Kenali Ciri Ayam Sehat, Ayam Tiren, Ayam Suntik, dan Ayam Berformalin

Kenali Ciri Ayam Sehat, Ayam Tiren, Ayam Suntik, dan Ayam Berformalin

Bagaimana kita dapat membedakan manakah daging ayam yang sehat dan manakah daging ayam tiren, yaitu ayam yang sudah busuk tapi masih dijual? Kita sebagai konsumen tentu perlu berhati-hati karena ayam yang tidak sehat diketahui dapat membuat mual, muntah, diare dan typus. Berikut ini adalah tips untuk mengetahui kondisi daging tersebut :

Ayam Sehat

Daging berwarna putih kemerahan

Saat disayat, daging masih mengeluarkan darah

Permukaan kulit ayam mulus tanpa cacat

Serat daging halus

Konsistensi kurang padat

Di antara serat daging tidak terdapat lemak

Warna lemak kekuning-kuningan dengan konsistensi lunak

Bau agak amis, bahkan ada yang tidak berbau

Pada saat Lebaran dan hari raya, permintaan pasar akan bahan makanan memang semakin meningkat. Saat seperti ini, Ibu harus ekstra hati-hati dalam membeli ayam segar, terutama karena Ibu harus cermat memilih ayam segar di antara ayam tiren atau ayam berformalin yang dijual oleh pedagang yang nakal. Berikut ini adalah ciri-ciri ayam tiren, ayam suntik, dan ayam berformalin.

Ayam Tiren

Ayam tiren alias “Ayam Mati Kemaren” adalah ayam yang telah mati bahkan sebelum dijual dan dipotong, sehingga memiliki risiko penyakit yang berbahaya. Ciri-cirinya adalah:

Aroma daging ayam agak amis
Daging ayam berwarna kebiruan, tidak segar, dan pucat
Potongan ayam pada bagian leher terlihat tidak lebar
Pada bagian kepala atau leher ayam terdapat bercak-bercak darah
Daging berwarna merah kehitaman
Daging tidak mengeluarkan darah
Kulit ayam tampak memar dan kebiruan
Dagingnya beraroma agak amis tapi biasanya pedagang menyiasati bau busuk ini dengan merendamnya dalam air kunyit.
Pada leher potongan ayam terlihat tidak lebar.
Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, itu tandanya memakai formalin

Ayam Suntik

Ayam suntik adalah ayam yang disuntik tambahan air pada bagian dada, paha, dan punggungnya, sehingga ayam yang kecil pun akan terlihat besar badannya. Ciri-cirinya:

Bila digantung atau diangkat, daging ayam meneteskan banyak air. Sedangkan bila diletakkan, ayam akan terlihat basah […]

By |June 26th, 2016|ayam, Karkas|0 Comments

Resep Masakan Ayam Nanking

Cara Membuat Ayam Nanking – Di resep masakan terbaru kali ini kami akan mencoba berikan sedikit paduan masakan cina. Semoga anda menyukainya, dan hari ini kami akan berikan resep ayam nanking, mungkin dari namanya saja sudah tahu ada sedikit berbau cina di dalamnya. Nah bagaimana ya membuat ayam nanking ini, penasaran kan yuk ikuti langkah-langkah serta bahan-bahannya.

Resep Masakan Ayam Nanking

bahan-bahan :
– 150 g ayam fillet, cincang
– 5 buah udang bago, cincang
– 2 siung bawang putih, cincang
– Garam secukupnya
– Lada halus secukupnya
– 2 sdm tepung maizena
– 1/2 buah bawang bombai
– 2 sdm margarin
– 10 g kapri

bahan-bahan saus :
– 5 sdm saus tomat
– 1 sdm kecap inggris
– 1/4 sdt garam
– 1/4 sdt lada
– 1/2 sdm chicken powder
– 1 sdm minyak wijen
– 1 sdt saus tiram
– 1 sdt gula pasir
– 1 sdm tepung maizena

cara membuat :
1. Campur jadi satu ayam cincang dan tepung maizena, garam, lada, lalu dilebarkan dan dipisah menjadi 2 bagian.
2. Bahan yang sudah dijadikan satu di tumpuk sambil ditekan hingga padat.
3. Sementara itu panaskan minyak goreng untuk menggoreng, goreng hingga matang dan berwarna coklat angkat dan tiriskan.
4. Setelah itu margarin dipanaskan kemudian tumis bawang bombay juga sayur kapri hingga matang.
5. Untuk sausnya, semua bahan-bahan saus dimasak jadi satu, dan kentalkan dengan tepung maizena, lau angkat.
6. Tata gorengan ayam tadi ke pirinng lalu siram dengan saus dan juga sayuran.

Ayam Nanking siap untuk dihidangkan, masakan yang sehat dan juga lezat pastinya.. Selamat mencoba.

sumber : http://resepmasakanterbaru.com/resep-makanan/resep-masakan-ayam-nanking.html

Resep Teppanyaki Ayam ( Chicken Teppanyaki )

Bahan dan bumbu-bumbu:

300 gram dada fillet ayam, dipotong-potong kotak
2 siung bawang putih, dicincang halus
1 buah bawang bombay, diiris panjang dan lebar
2 cm jahe, dimemarkan
1 sendok makan kecap jepang
1/2 sendok makan kecap manis
1 sendok teh kecap asin
1 sendok teh garam
2 sendok teh gula pasir
250 ml air
2 sendok makan minyak untuk menumis

 

Bahan Pelengkap:

100 gram wortel, diiris halus panjang
100 gram taoge mayoshi
2 siung bawang putih, dicincang halus
1/4 sendok teh garam
1/8 sendok teh merica bubuk
1 sendok makan minyak untuk menumis

 

Cara membuat :

Tumis bawang putih, bawang bombay, dan jahe sampai harum. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna.
Tambahkan kecap jepang, kecap manis, kecap asin, garam, dan gula pasir. Aduk rata.
Tuang air. Masak hingga meresap dan sedikit berkuah.
Pelengkap: panaskan minyak. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan wortel dan taoge. Aduk rata. Tambahkan garam dan merica bubuk. Masak sampai matang.
Sajikan ayam bersama pelengkapnya.

Sumber : http://www.infodapur.com/resep-teppanyaki-ayam-chicken-teppanyaki.html

Geliat Pasar Produk Ayam Olahan

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatnya kesejahteraan serta tingkat pendidikan masyarakat, maka telah juga mendorong pertumbuhan RPA dan industri pengolahan daging unggas khususnya di Pulau Jawa.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, industri perunggasan di Indonesia tumbuh cukup pesat. Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI mengungkapkan, secara nasional pada tahun 2012 produksi daging unggas sebesar 1.667.000 ton terdiri dari daging ayam lokal sebesar 267.000 ton atau 16% dan daging ayam ras sebasar 1,4 juta ton atau 84%. Kontribusi produksi daging unggas terhadap total produksi daging nasional mencapai 62,56%. Sedangkan untuk produksi telur unggas pada tahun 2011 sebesar 1.456.260 ton dan terus mengalami peningkatan pada tahun 2012 yaitu sebesar 1.628.740 ton dan pada tahun 2013 yaitu sebesar1.718.917 ton.

Namun pertumbuhan industri perunggasan di sektor hulu yang begitu pesat ini, belum diikuti dengan pertumbuhan yang seimbang di struktur hilir (rumah potong unggas/RPA dan industri pengolahan daging unggas maupun pengolahan telur). Kondisi ini telah menyebabkan jumlah produksi unggas hidup dan telur melebihi permintaan/serapan RPA dan industri pengolahan daging unggas maupun telur, sehingga memicu terjadinya over supply. Hal ini kemudian berdampak pada rendahnya harga jual unggas maupun telur, bahkan seringkali berada di bawah biaya produksi (HPP).

“Selain itu, kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih menginginkan daging unggas dalam bentuk hangat (hot carcass) telah mendorong munculnya tempat-tempat pemotongan ayam dengan kondisi “alakadarnya”, sementara RPA yang telah dilengkapi dengan fasilitas rantai dingin dan mampu menghasilkan daging unggas dingin (chilled chicken) maupun beku (frozen chicken) tidak dapat bersaing dan berkembang secara maksimal,” ungkap Syukur. Hal yang sama terjadi pula dengan konsumsi telur, masyarakat Indonesia masih lebih terbiasa mengkonsumsi telur dalam bentuk segar bukan dalam bentuk olahan (frozen egg).

Namun demikian, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan […]

Saatnya Perunggasan Introspeksi

 

BRF SA (BRF), perusahaan makanan terbesar ke tujuh dunia yang berkedudukan di Santa Catarina Brazil menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood). MoU tertanggal 19 Desember 2014 itu berisi kesepakatan rencana pendirian perusahaan patungan (Joint Venture) yang akan menjajaki kegiatan usaha produk unggas dan pengolahan makanan di Indonesia.

 

Sebagaimana dilansir dari rilis BRF yang dikeluarkan di Sao Paulo Brazil dan tertera Chief Financial and Investor Relations Officer BRF SA, Augusto Riberio Junior dan surat Indofood bernomor 080/ISM/CS/XII/14 yang diteken Direktur &Corporate Secretary PT Indofood Sukses Makmur Tbk, rencana kerjasama itu ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Dari informasi yang dikeluarkan pada tanggal yang sama, disebutkan investasi tersebut senilai US$ 200 juta, dalam jangka waktu 3 tahun, dan masing-masing perusahaan memegang 50 % kepemilikan saham bersama-sama.

 

Tak sedikit yang mencurigai kerjasama ini bukan sekadar transfer teknologi dan investasi modal semata. Kekhawatiran pun menyeruak, langkah ini sebagai bagian dari upaya ayam Brazil masuk ke pasar Indonesia, yang sekian lama tak kunjung berhasil menggedor pintu pasar unggas tanah air. Pasar raksasa Indonesia demikian menggiurkan sehingga menjadi magnet bagi produsen produk-produk unggas dari negara luar untuk bisa memasukkan produknya ke Indonesia.

 

Menyikapi ini, Ketua Apayo (Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta) Hari Wibowo berpendapat, meskipun perjanjian kerjasamanya antara swasta dengan swasta tetapi ia menduga kerjasama itu mendapat restu dari pemerintah. “Dengan adanya kerjasama BRF dan Indofood kita (perunggasan, red) harus introspeksi,” tandasnya kepada TROBOS Livestock.

 

Brazil begitu ngotot dan berani bertaruh mengekspor ayamnya, sampai menggunakan semua cara untuk masuk, menurut Hari pasti karena sudah tahu kelemahan perunggasan Indonesia dan merasa lebih kuat dalam persaingan. “Mudahnya, mereka tahu biaya produksi kita untuk menghasilkan satu kilogram daging ayam. Dan […]

Cucumber Salad with Chicken Fillet

Bahan-bahan

Lada hitam bubuk                     secukupnya

Dada ayam fillet                        1 potong

Roti Gandum panggang           1 lembar

Cucumber                                   2 buah

Balsamic Vinegar                      1 sendok the

Cheddar Cheese parut             50 gram

Garam                                         secukupnya

Olive Oil                                     5 sendok makan

Butter untuk olesan roti         secukupnya

 
Cara membuat
 

Lumuri daging dada ayam dengan olive oil, garam dan lada bubuk secukupnya. Diamkan selama 1 jam didalam kulkas dengan dibungkus cling wrap. Setelah meresap, panggang dengan suhu 175C atau di grilled sampai tingkat kematangan yang diinginkan.
iris tipis buah timun/cucumber, siapkan pada mangkuk khusus salad, taburi dengan olive oil, balsamic vinegar, keju cheddar, garam dan lada hitam bubuk.
Olesi roti gandum dengan butter lalu panggang sampai kering (bukan gosong ya)
Penyajian: Potong dadu daging ayam yang sudah dipanggang. Siapkan salad timun di dalam wadah saji, taburi daging ayam cincang dan sajikan dengan potongan roti panggang sebagai crackers nya. Selamat menikmati

Sumber :

https://dapurmasak.com/resep/cucumber-salad-with-chicken-fillet-64?ref=search_result

 

Jangan Mencuci Daging Ayam Mentah!

Sebelum memasak ayam, biasanya Anda pasti mencucinya terlebih dulu. Tujuannya untuk menghilangkan bakteri dan kotoran-kotoran yang menempel. Alih-alih jadi bersih, mencuci daging ayam mentah justru bisa membuat bakterinya menyebar ke sekeliling dapur, demikian menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jennifer Quinlan dari Drexel University, Philadelphia.
“Mencuci daging ayam mentah tidak akan menghilangkan bakteri ataupun membunuhnya. Pencucian ini justru akan memudahkan penyebaran bakteri ke udara yang disebut aerolisasi,” ungkap Quinlan, yang didukung oleh Departemen Pertanian Amerika (USDA).
Dalam videonya, Quinlan menggambarkan bahwa percikan air dari kran yang digunakan untuk mencuci ayam akan menyebar ke area sekitar, termasuk baju. Percikan air ini mengandung bakteri seperti Salmonella sp dan juga E.coli yang bisa membuat orang terserang diare.
Quinlan mengungkapkan, 90 persen orang pasti mencuci ayam mentah sebelum dimasak. Tak aneh, karena memang semua resep meminta Anda untuk mencuci ayam dan mengeringkannya.
Alternatif lain untuk membersihkan ayam sebenarnya bisa Anda lakukan, yaitu dengan mengelap ayam mentah dengan cuka atau jeruk lemon. Hanya saja, cara ini tidak terlalu direkomendasikan oleh USDA.
Selain itu, Quinlan juga menyarankan untuk membeli ayam dalam bentuk yang sudah di-fillet dan dibungkus kuat dengan plastik. Hal ini dianggap sebagai cara yang paling tepat untuk memasak ayam sehingga tidak perlu dicuci dengan air. Sedangkan untuk menghilangkan bakteri pada ayam, USDA menyarankan untuk menghilangkan bakterinya dengan teknik memasak yang tepat (dengan temperatur 73,9 derajat Celcius).
Yang perlu diingat adalah, Anda harus benar-benar memastikan bahwa tangan, pisau, talenan, dan juga permukaan dapur di sekitar tempat Anda memotong ayam ini bersih. “Pastikan juga, ayam mentah Anda tidak menyentuh benda-benda lain yang bisa menambah bakteri,” katanya.(kompas/27/8/13)

Sumber : http://www.mwakhit.96.lt/2013/08/jangan-mencuci-daging-ayam-mentah.html

 

By |October 15th, 2014|ayam, Karkas|0 Comments

Memilih Daging Ayam Segar

Daging ayam dikategorikan ke dalam white meat dan red meat. Ayam memiliki kandungan gizi yang cukup baik, terutama dari kandungan protein, niasin, vitamin B6 dan B12, Zn, dan potasium. Hidangan yang terbuat dari daging ayam dapat disajikan panas, dingin, atau tanpa tulang. Hidangan ayam yang dapat disajikan selagi dingin, misalnya salad atau isian dari sandwich.

Saat ini sering kali ditemukan ayam dengan kualitas yang kurang baik di pasaran, seperti misalnya beredarnya ayam tiren ataupun ayam gelonggongan. Sehingga seorang pembeli dituntut untuk cermat dalam memilih ayam berkualitas baik.
Berikut ciri-ciri ayam yang berkualitas segar dari Chef Hendro Soejadi:

Bila dilihat, pada bagian dada tampak montok berisi.
Pada bagian paha tidak keras dan tampak penuh berisi.
Jika ditekan, akan kembali ke bentuk semula setelah dilepaskan.
Memiliki kulit yang halus, tidak berbintil, dan tidak berbulu.
Memiliki karkas utuh, tidak ada bercak darah atau bagian yang memar.

Setelah dibeli, ayam harus disimpan di tempat yang benar karena ayam mudah tercemar Salmonella. Ayam yang dikemas dalam dalam wadah tertutup dan disimpan di dalam chiller dengan suhu 0o-2oC dapat bertahan selama 2-3 hari. Jika ingin ayam tersebut dapat bertahan lebih lama, simpan di dalam freezer, ayam dapat bertahan selama 6 bulan

Sumber : http://belmart.co.id/memilih-daging-ayam-segar

By |October 15th, 2014|ayam, Karkas|0 Comments

Mencuci Daging Ayam Mentah Bisa Sebarkan Bakteri

Bakteri dari daging ayam mentah bisa menyebar ke makanan dan peralatan makan Anda.
Mencuci daging ayam mentah adalah hal yang dilakukan oleh banyak orang.

Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan yang selama ini dianggap baik tersebut ternyata bisa menimbulkan petaka.

Hasil studi terkini menunjukkan bahwa mencuci daging ayam mentah justru dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami keracunan makanan.

Food Standards Agency di Inggris melaporkan bahwa mencuci daging ayam mentah bisa menyebarkan baktericampylobacter, yang menyebabkan keracunan makanan sehingga penderitanya mengalami diare.

“Campylobacter dapat menyebar dengan mudah dan beberapa bakterinya dapat menyebabkan penyakit. Ini bisa berasal dari ayam mentah atau setengah matang, atau dari kontaminasi akibat mencuci ayam mentah,” tulis lembaga standarisasi makanan tersebut, seperti dilansir dari Medical Daily.

Lebih lanjut Food Standards Agency di Inggris menyebutkan, bahwa cara termudah untuk melindungi diri dan keluarga Anda terhindar dari risiko itu adalah memasaknya untuk membunuh kuman atau bakteri yang terdapat dalam daging ayam, termasuk bakteri campylobacter.

Center For Disease Control and Prevention mengatakan bahwa campylobacter merupakan salah satu penyebab paling umum dari penyakit diare terkait di Amerika Serikat.

Untuk setiap 10.000 orang Amerika, 14 didiagnosis menderita diare akibat bakteri tersebut. Ketika orang-orang tercemar bakteri tersebut, biasanya mereka sembuh dalam 2-5 hari. Namun, sekitar 76 orang di Amerika yang terinfeksi bakteri itu meninggal setiap tahun.

Sementara di Inggris, 280.000 orang terkena diare akibat campylobacter setiap tahunnya. “Campylobacter adalah masalah serius,” kata Catherine Brown, chief executive dari FSA, seperti dilansir dari BBC News.

Tidak hanya itu, bakteri tersebut, tambah dia, juga dapat menyebabkan penyakit parah dan kematian.

Sumber : http://www.suara.com/lifestyle/2014/06/17/100802/mencuci-daging-ayam-mentah-bisa-sebarkan-bakteri/

By |October 15th, 2014|ayam, Karkas|0 Comments

Jangan Mencuci Daging Ayam Mentah

Olahan dari daging ayam menjadi favorit keluarga anda, mengingat banyak variasi yang dapat dibentuk dari bahan dasar daging ayam. Selain itu kandungan gizi dari daging ayam yang bermanfaat untuk tubuh seperti membangun otot, hal ini terkait kandungan tinggi protein yang dapat meningkatkan masa otot atau juga kandungan kalsium yang dapat menjaga kesehatan tulang. Menjaga kebersihan dan kesehatan setiap bahan makanan yang akan anda dan kelurga konsumsi memang sangat diperlukan. Bagi anda yang mempunyai presepsi untuk mencuci daging ayam sebelum diolah untuk menghindari bakteri, hal tersebut salah.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat bahwa mencuci daging ayam yang mentah sebelum dimasak dapat meningkatkan penyebaran bakteri di dapur anda. Mencuci daging ayam dapat meningkatkan bahaya kontaminasi silang. Mencuci memungkinkan sebagian bakteri pada permukaan daging ayam yang akan menyebar ke bahan makanan lain, peralatan dapur, dan permukaan meja. Sehingga beberapa cara ini akan membantu anda dalam mengatasi olahan daging ayam sehingga kumannya tidak menyebar :

1.  Cuci tangan anda setelah bersentuhan dengan daging ayam karena apapun yang anda sentuh setelahnya bisa terkontaminasi.

2.  Cuci counter tops dengan air dan sabun hangat. Jika diinginkan, anda dapat membersihkan dengan larutan yang mengusir bau amis dan juga kuman di dalam tempat tersebut.

3.  Membuang bahan kemasan dari daging ayam untuk mencegah kontaminasi silang. Jangan menggunakan kembali benda tersebut untuk makanan lain. Bahan kemasan sekali pakai lainnya, seperti nampan busa daging, karton telur, atau pembungkus plastik, harus segera dibuang.

4.  Menggunakan termometer makanan untuk memastikan makanan sudah mencapai suhu internal yang aman. Misalnya pada daging sapi, domba , daging panggang, dan daging dapat dimasak 145 ° F. Sedangkan semua unggas harus mencapai suhu minimum internal aman 165 ° F.

5.  Menghilangkan kebiasaan mencuci telur sebelum menyimpan atau menggunakan telur. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kontimasi […]

By |October 15th, 2014|ayam, Karkas|0 Comments