1058-1029904-10 Royco_Jul 2015_Kenali Ciri Ayam Tiren Ayam Suntik dan Ayam BerformalinMayoritas konsumen ayam di Indonesia lebih memilih daging ayam segar yang baru beberapa saat dipotong. Mereka lebih pecaya karena secara psikologis mereka lebih mantap membeli ayam yang secara langsung mereka lihat sendiri proses penyembelihannya. Padahal, seluruh Rumah Ayam Potong (RMA) sudah bersertifikat halal MUI.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui ;

1. Kelemahan daging ayam segar adalah hasil pemotongan misal jam 6 pagi, 4 jam kemudian sudah kelihatan menghijau dan mulai membusuk. Salah satu cara mengawetkannya yang manusiawi adalah dengan didinginkan/dibekukan.

Dr.drh.Denny Widaya Lukman, M.Si, ahli dan dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fak. Kedokteran Hewan IPB mengatakan hewan yang sudah dipotong, baik sapi, kambing, domba, juga unggas (karkas) harus dipertahankan dengan rantai dingin, di bawah 4 derajat Celcius.

2. Masa simpan daging ayam di suhu kamar (tempat terbuka) tanpa ada penambahan bahan-bahan aneh paling lama 5-6 jam sudah bau. Lebih dari itu, biasanya ayam sudah tidak bagus karena bakteri berkembang setiap 15 menit.

Kalau pada daging ayam itu hanya mengandung satu bakteri, maka dalam waktu lebih dari 5 jam bisa mencapai lebih dari satu juta bakteri. Padahal jumlah bakteri pada unggas yang baru dipotong tidak mungkin hanya satu sel. Bisa dibayangkan berapa juta jumlah bakterinya jika tanpa ada “perlakuan”.

Memang, daging ayam beku tidak bebas dari bakteri. Bakterinya ada, tapi tidak berkembang. Dan selama penanganannya baik, mengikuti kaidah sanitasi, maka kuman itu tidak bertambah. Penanganannya itu berupa karkas terkemas dengan baik, pada suhu konstan dan tidak terpapar suhu di atas 10 derajat Celcius. Di atas 10 derajat Celcius, kuman mulai tumbuh. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana daging ayam segar yang dijajakan berjam-jam terbuka di pasar-pasar.

Para ahli kesehatan menyarankan menyimpan makanan produk unggas di bawah 4 derajat Celcius sampai dengan di bawah 6 derajat Celcius

3. Di pasar, bisa dikatakan, 80% daging ayam yang dijual segar menggunakan formalin sebagai bahan pengawetnya. Padahal, formalin termasuk racun yang paling karsinogenik (menyebabkan kanker).

4. Daging ayam segar (tanpa pengawet) dan daging ayam beku sama sehatnya.

5. Kandungan gizi daging ayam beku tidak berubah. Gizi, terutama vitamin, akan turun pada saat suhu dipanaskan. Kehilangan nutrisi, lantaran sangat kecil, sesuai laporan USDA, dapat diabaikan.

6. Ayam beku bisa bertahan sampai tahunan. Pada suhu di bawah 18 derajat Celcius, karkas utuh bertahan hingga 12 bulan. Sedangkan karkas yang sudah dipotong-potong bertahan 9 bulan. Namun tidak mungkin penjual menyimpan hingga satu tahun.

7. Kelemahan produk unggas yang dibekukan adalah tekstur dagingnya menjadi lebih keras. Namun setelah dicairkan, maka daging ayam beku sama halnya dengan daging ayam segar. Cara memasak dan rasa dagingnya sama, seperti pengakuan Riyanti Rizal (42), seorang pedagang sate ayam di kawasan Harapan Indah Bekasi.

Proses pencairan (thawing) bertujuan untuk melembekkan daging ayam sebelum dimasak.

  • Proses pelembekkan sebaiknya dilakukan di dalam refrigerator (kulkas) atau microwave di mode refrost
  • Pencairan dilakukan pada air mengalir (kran) yang dingin, bukan dengan air panas

Kalau setelah proses thawing daging ayam tidak segera dimasak, kumannya akan berkembang lagi.

Ayam beku atau ayam segar itu pilihan. Yang jelas, daging ayam segar jangan dibiarkan terlalu lama terbuka di suhu ruangan

sumber : disadur dari ayambaltik.blogspot

http://melekinternet.com/blog/daging-ayam-beku-vs-ayam-segar-pilih-yang-mana?context=tag-makanan